Belajar Al Quran atau Hadist?

Belajar Al Quran atau Hadist?

Dikalangan penuntut ilmu kadang ada perdebatan, manakah yang lebih dulu kita pelajari dan mana yang lebih utama dari belajar hadist atau Al Quran, lalu bagaimana kita harus bersikap dan bagaimana untuk belajar agama yang benar?, dalam postingan ini akan kita ungkap.

Sebelumnya perlu di ingatkan, bahwa anda sebagai pembaca dan saya sebagai penulis harus meniatkan yang kita lakukan sekarang ini adalah Lillahi ta’ala, dan mulailah dengan membaca doa sebelum belajar, agar apa yang kita pelajari dari postingan yang singkat ini bisa menjadi ilmu yang bermanfaat.

Pelajari Al Quran Terlebih Dahulu

Untuk pertama dan yang terpenting adalah AL Quran, karena Al Quran adalah Kalam Allah yang di turunkan kepada Nabi Muhammad Sallalahu Alaihi Wassalam, dan hadist adalah sebagai penjelas dari AL Quran itu sendiri, seperti dalam sebuah hadist yang mahfumnya berbunyi “Rasullulah Sallalahu Alaihi Wassalam adalah Al Quran berjalan”.

Ini menandakan bahwa Rasullullah adalah pengamal AL Quran nosatu di dunia ini, setiap gerak geriknya semua berdasarkan dalil atau berlandaskan wahyu. Ini berarti kita mempelajari Al Quran sesuai dengan penjelasan dari yang di sampaikan oleh Nabi kta dengan hadist.

Jadi yang utama dan pertama adalah mempelajari AL Quran baru kemudian hadist nabi.

Belajar Agama Islam Yang Benar

Dalam belajar Agama islam atau ilmu syari tidak bisa kita berbicara mana yang harus di pelajari terlebih dahulu antara AL Quran dan Hadist, karena keduanya selalu beriringan, AL quran butuh hadist sebagai penjelas, dan Hadist butuh al quran sebagai yang di jelaskan.

Dan yang tepat dalambelajar agama adalah seperti yang sudah di contohkan oleh para ulama salaf, yaitu menentukan skala prioritas, maksud dari skala prioritas ini adalah, mana ilmu yang lebih penting untuk dipelajari terlebih dahulu di banding dengan ilmu lainnya.

Skala Prioritas Dalam Menuntut Ilmu Agama

Mana ilmu yang lebih penting kita pelajari terlebih dahulu lalu setelah ilmu tersebut di kuasai maka beralih keilmu selanjutnya, dan berikut adalah apa saja skala prioritas dalam neuntut ilmu.

Aqidah

Mempelajari aqidah, ini ilmu yang sangat penting dalam islam, dan ini pula yang Rasullalah dakwahkan untuk pertama kali, karena inti dari Agama Islam itu sendiri adalah Aqidah, yaitu memurnikan ibadah hanya untuk ALLAH Subhana Hu Wataala saja.

Aqidah adalah kunci untuk masuk surga, tanpa aqidah yang lurus maka kita akan tersesat dan berpotensi besar untuk masuk neraka, karena orang yang tidak mempelajari aqidah akan rentan masuk kedalam perbuatan dosa besar yaitu syrik kepada ALLAH dan ini adalah dosa yang tidak bisa diampuni kecuali dengan taubatan nashuha, tidak taubat maka kekal didalam neraka.

Ilmu Fiqih

Setelah aqidah selanjutnya adalah fiqih, terutama fiqih wajib, yaitu sholat wajib yang 5 waktu, puasa di bulan ramadhan, zakat dan berbagai macam fiqih lainnya yang tentunya itu adalah suatu ibadah wajib.

Dalam ilmu fiqih ini, misal dalam ilmu fiqih sholat, maka kita akan belajar juga tentang bagaimana mandiwajib, bagaimana wudhu yang benar lalu belajar tentang syarat sah sholat dan rukun sholat juga sunnah sunnah dalam sholat, jadi di dalam pembahasan fiqih ini sangat banyak dan komplek.

Jadi bukan hanya bagaimana sholat yang khusu dan apa saja wajibnya tapilebih dari itu, begitupun dengan ilmu tentang puasa, apa pembatal pembatal puasa, kapan waktu awal puasa dan kapan waktu berbuka, lalu amalan apa yang harus di lakukan dan masih banyak lagi ilmu yang harus kita kuasai tentang fiqih puasa ini.

Dan hadist tentang menuntut ilmu yang sudah kita pahmi kewajibannya adalah menerangkan tentang wajibnya kita mempelajari ilmu aqidah dan fiqih di atas, buakn berkaitan dengan ilmu dunia.

Ilmu Sunnah

Ilmu sunnah disini maksudnya adalah apa apa saja yang jika kita lakukan akan mendaptkan pahala dan jika tidak di lakukan kita tidak akan mendapatkan dosa, tapi yang benar adalah jika tidak dilakukan maka akan mendapatkan kerugian, kenapa rugi?.

Karena keutamaan dari amalan sunnah ini akan mendapatkan pahala yang tidak kecil, jika kita menyia nyiakan amalan sunnah ini maka tentu kita akan merugi di akhirat kelak.

Itulah beberapa prioritas dalam menuntut ilmu agama yang telah di ajarkan oleh para ulama salaf, semoga bisa kita ambil manfaatnya dan semoga kita menjadi ahli ilmu yang dengannya kita di mudahkan memasuki surga.

Baca juga artikel lainnya: Ilmu Agama Harus Sesuai dengan Al Quran dan Sunnah