E-Dazibao.com

7 Cara Menanam Jahe Merah di Lahan Terbuka

Cara Menanam Jehe Merah di Lahan Terbuka

Cara Menanam Jahe Merah di Lahan Terbuka – Jahe merupakan salah satu empon-empon yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai bumbu pada masakan maupun bahan dasar pembuatan minuman herbal. Rimpang jahe memiliki aroma yang khas serta rasa yang agak pedas. Rasa pedas yang diberikan rimpang jahe ini sangat berkhasiat terutama untuk menghangatkan tubuh.

Dengan banyaknya manfaat yang bisa didapatkan dari rimpang jahe, maka tak heran jika empon-empon yang satu ini banyak dibudidayakan di rumah. Selain mempermudah Anda dalam kebutuhan sehari-hari, tanaman jahe juga mudah untuk dibudidayakan.

Tanaman jahe dikenal memiliki berbentuk rumpun serta memiliki batang semu. Akar tanaman jahe berbentuk rimpang serta memiliki aroma yang pedas, Bentuk rimpang jahe sekilas hampir mirip dengan rimpang lengkuas. Bahkan terkadang sulit untuk membedakannya.

Jahe ada berbagai macam jenisnya, yaitu jahe putih besar, jahe puth kecil, serta jahe merah. Jahe merah memiliki kandungan minyak atsiri yang tinggi dibandingkan jenis jahe lainnya, sehingga membuat jahe merah memiliki rasa yang sangat pedas. Oleh karena itu, jahe merah bisanya digunakan sebagai bahan obat-obatan herbal. Hal ini membuat jahe merah banyak peminatnya.

Cara menanam jahe merah di lahan terbuka sebenarnya cukup sederhana dan tidak terlalu merepotkan. Jahe merah biasanya membutuhkan waktu sekita  tiga bulan hingga akhirna bisa dipanen. Meskipun mudah ditanam, namun Anda juga perlu membekalinya dengan pengetahuan serta pemahaman tentang bagaimana cara menanam jahe merah yang benar agar dihasilkan rimpang jahe yang besar dan berkualitas.

Syarat Tumbuh Jahe Merah

Sebelum Anda memutuskan untuk membudidayakan jahe merah, maka Anda perlu memperhatikan syarat-syarat tumbuhnya. Hal ini bertujuan agar jahe merah bisa tumbuh subur serta menghasilkan rimpang jahe yang besar dan berkualitas. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman jahe yaitu suhu, iklim, ph, dan jenis tanah. Mari kita simak penjelasannya berikut ini:

Suhu Dan Iklim

Jenis Tanah

Cara Menanam Jahe Di Lahan Terbuka

Setelah mengetahui apa saja persyaratan tumbuh tanaman jahe merah, maka Anda bisa memulai beberapa tahapan untuk membudidayakan jahe merah di lahan terbuka. Yuk kita simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

1. Persiapan Lahan Tanam

Langkah pertama dalam menanam jahe merah yaitu dengan mempersiapkan lahan tanam. Jahe merah memerlukan tanah yang gembur dan subur agar bisa menghasilkan rimpang jahe yang melimpah. Untuk itu Anda perlu mencakul lahan tanamnya terlebih dahulu.

Buatlah bedengan dengan lebar 1 meter dan tinggi sekitar 25 cm hingga 30 cm. Panjang bedengan bisa disesuaikan dengan luas lahan yang akan ditanami jahe merah. Beri jarak setiap bedengan sekitar 50 cm.

Lahan tanam jahe merah selanjutnya diberi taburan pupuk kandang sebanyak 10 kilogram untuk setiap 10 meter lahan tanam. Tanah dengan campuran pupuk kandang ini selanjutnya harus didiamkan selama kurang lebih satu minggu agar proses terjadi proses fermentasi dan tanah pun siap untuk ditanami.

Selanjutnya buatlah lubang tanam dengan jarak 25 cm x 25 cm dan kedalaman sekitar 25 hingga 30 cm. Beri pupuk kandang pada setiap lubang tanam sebanyak 0.5 kilogram. Kemudian diamkan lahan tanam jahe merah selama satu minggu sebelum mulai ditanami.

2. Pemilihan Bibit Jahe Merah

Sambil menunggu lahan tanam siap untuk mulai ditanami, Anda bisa mempersiapkan bibit tanaman jahe merah yang akan digunakan. Anda bisa membeli bibit jahe yang siap tanam maupun dengan membuat bibit jahe merah sendiri. Berikut ini beberapa tips memilih bibit jahe dan cara membuat bibit jahe sendiri.

Tips Memilih Bibit Jahe

Cara Menunaskan bibit

Sebelum dilakukan proses penanaman, rimpang jahe merah sebaiknya ditunaskan terlebih dahulu selama 1-1,5 bulan. Berikut ini beberpaa langkah untuk menunaskan jahe merah:

3. Penanaman Jahe Merah | Cara Menanam Jahe Merah di Lahan Terbuka

Setelah persiapan lahan tanam dan pembuatan bibit jahe merah sudah selesai dilakukan, maka langkah selanjutnya yaitu penanaman bibit jahe merah di lahan tanam yang sudah disiapkan.

Penanaman bibit jahe merah dapat dilakukan setelah 2-3 minggu pemberian pupuk dasar. Proses penanaman jahe merah ini sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan.

Selanjutnya letakkan bibit jahe merah pada lubang tanam yang telah disiapkan dengan posisi tunas menghadap ke atas. Setelah itu tutup bibit jahe dengan tanah dengan tebal sekitar 5 cm. Jangan lupa siram dengan menggunakan air secukupnya.

4. Pemberian Pupuk Susulan

Setelah tanamn jahe meah berumur 6 hingga 8 minggu setelah masa tanam, Anda dapat melakukan pemupukan susulan dengan pemberian pupuk TSP dan KCL dengan dosis 125 kg per hektar lahannya.

Cara pemberian pupuk ini dilakukan dengan menaburkannya di sekeliling tanaman jahe merah. Usahakan pemberian pupuk ini tidak mengenai batang atau rimpang jahe secara langsung.

5. Perawatan Tanaman Jahe

Agar tanaman jahe merah bisa tumbuh secara optimal serta menghasilkan rimpang yang banyak, maka perlu dilakukan beberapa langkah perawatan pada tanaman jahe merah sebagai berikut:

6. Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jahe

Tanaman jahe merupakan salah satu tanaman yang jarang terserang hama ataupun penyakit. Meskipun begitu, bukan berarti bahwa tanaman jahe terbebas sama sekali dari gangguan organisme pengganggu tanaman, baik berupa hama ataupun penyakit. Hama dan penyakit yang seringkali mengganggu pertumbuhan tanaman jahe yaitu penyakit layu, penyakit busuk rimpang dan bercak daun.

Cara pencegahan yang bisa dilakukan yaitu dengan penggunaan bibit unggul yang terbebas dari hama dan penyakit, rutin melakukan mnitoring, rotasi tanaman, sanitasi lahan, tahap pemupukan yang berimbang, serta pemberian pestisida yang sesuai dengan hama dan penyakit yang menyerang tanaman jahe merah.

7. Panen Jahe Merah | Cara Menanam Jahe Merah di Lahan Terbuka

Jahe merah bisa dipanen saat tanaman sudah berumur sekitar 10 hingga 12 bulan setelah masa tanam. Tahap pemanenan jahe merah dilakukan dengan cara menggali rimpang jahe menggunakan cangkul atau sekop. Sebaiknya tahapan ini dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak bagian rimpangnya.

Selanjutnya rimpang jahe merah dibersihkan dari akar dan tanah yang menempel lalu letakkan pada karung goni, keranjang atau kotak kayu. Jangan lupa lakukan penyortiran sesuai kualitasnya. Pisahkan rimpang jahe merah yang rusak, busuk ataupun yang terserang penyakit. Jahe merah pun selanjutnya bisa dijual pada pengepul atau diolah menjadi obat-obatan herbal.

Baca Juga :

Demikian tadi cara menanam jahe merah di lahan terbuka. Semoga informasi tadi bermanfaat serta bisa menjadi panduan Anda dalam budidaya tanaman jahe merah. Selamat mencoba!

Exit mobile version