Fakta dan Rangkuman Skandal Skor Mencengangkan di Dunia

Skandal pengaturan skor dalam dunia olahraga, khususnya sepak bola merupakan tindakan tidak terpuji yang dikecam berbagai pihak. Orang-orang yang terlibat di dalamnya tidak memiliki tanggung jawab dan hanya bergerak atas kepentingan pribadi untuk menguntungkan satu sisi.

Nahasnya kejadian seperti ini tidak hanya terjadi di pada satu negara cara atau berakhir di 1 peristiwa saja. Rangkuman berita dunia bahkan menuliskan beberapa skandal pengaturan skor oleh agent bola yang terjadi di dalam berbagai negara, bahkan pernah terjadi pada klub-klub besar.

Sebagai pengetahuan saja, kali ini kita akan merangkum beberapa kejadian tidak terpuji tersebut dari berbagai penjuru. Dilansir dari beberapa sumber terpercaya, inilah rangkumannya.

Berbagai Skandal Pengaturan Skor Dunia

Untuk informasi lebih lanjut kita akan mengulas apa saja tindak tidak terpuji selama beberapa tahun kebelakang. Skandal demi skandal akan diolah secara singkat pada pembahasan berikut:

1. 1980 Ac Milan-Lazio

Dalang dari kecurangan ini adalah dua pengusaha bernama Alvaro Trinca, pemilik restoran langganan Lazio dan Massimo Cruciani. Perbuatan keduanya dilaporkan oleh Maurizio Montesi, pemain Lazio yang enggan ikut campur hingga menyebabkan degradasi kedua tim.

Sejarah mencatatkan bahwa ada beberapa klub turut terlibat, diantaranya Perugia, Palermo, Taranto, Avellino, dan Bologne. Dampak dari tindakan tersebut adalah diringkusnya bos AC Milan serta 33 orang pemain terlibat, sementara berbagai klub terlibat dikurangi 5 poin.

2. 1993 Marseille

Kemenangan Marseille pada tahun 1993 pada gelaran Liga Champion berakhir sebagai sejarah buruk karena kecurangan tim terungkap. Kabarnya di lapangan, Jean-Jacques Eydelie menawarkan sejumlah uang pada pemain lawan untuk mengalah dan menghindari cidera.

Maksudnya supaya pemain Marseille tidak cidera pada saat pertandingan, ia melakukan sogok. Akibat perbuatan tersebut, dihukumlah sang bos Marseille, Bernard Tapie selama dua tahun. Sementara Jean-Jacques Eydelie telah resmi dilarang turut serta dalam dunia sepak bola.

3. 1998 Piala Tiger Thailand-Indonesia

Pengaturan skor kali ini cukup unik karena didalangi oleh kerjasama Indonesia maupun Thailand yang secara kompak melawan Vietnam. Kala itu Vietnam merupakan tuan rumah dan memiliki potensi menang karena gaya bermainnya cukup menantang lawan.

Dengan skor imbang, seorang pemain Indonesia bernama Mursyid Effendi sengaja memasukkan bola ke gawang sendiri. Akibatnya baik Thailand maupun Indonesia kena denda 40 dolar Amerika dan karir Mursyid Effendi terpaksa harus berhenti.

4. 2005 Liga Jerman

Masuk tahun 2000-an skandal pengaturan skor justru melibatkan wasit yang kala itu didalangi oleh Robert Hoyzer pada Bundesliga. Hoyzer diketahui melakukan manipulasi skor setelah melakukan judi pada DFB pokal, liga Jerman, dan Divisi Tiga.

Tindakannya memanipulasi empat laga sepak bola sekaligus yang berakhir membuat ia diberhentikan seumur hidup. Selain itu, Hoyzer juga menerima hukuman dua tahun kurungan penjara.
Hoyzer tidak sendirian sebab ada tiga orang pemain yang juga berakhir dengan hukuman. Ketiga pemain tersebut berasal dari Hertha Berlin atas keterlibatannya mengatur skor 2-3 atas tim Divisi Tiga di DFB pokal.

5. 2006 Calciopoli

Kecurangan kali ini dilakukan oleh tim Serie A yang lagi-lagi melibatkan negara Italia. Diketahui beberapa tim, sebut saja Lazio, AC Milan, Juventus, Fiorentina, dan Regina dengan sengaja memilih wasit yang hanya menguntungkan kelima tim tersebut.

Aksi nakal itu berakhir pada turunnya kelima tim ke Serie B dimana kala itu di dalamnya terdapat Alessandro Del Piero, dkk. Bianconeri harus rela menyerahkan gelar juara pada tahun 2004-2005 dan 2005-2006.

6. 2014 PSIS Semarang-PSS Sleman

Terakhir pada pembahasan kali ini adalah pengaturan skor yang dilakukan di dalam negeri melibatkan PSIS dan PSS. Lagi-lagi pengaturan skor kali ini dilandasi oleh kedua tim yang tidak mau bertemu dengan tim lain di babak semifinal.

Kala itu sudah menanti Pusamania Borneo FC pada babak sebelum final. Dugaan terjadinya pengaturan skor di tanah air bahkan menarik perhatian media luar negeri.
Tindakan curang dari berbagai penjuru dunia, bahkan salah satunya Indonesia di atas merupakan tindakan tercela dan mencoreng nama baik persepakbolaan. Setelah tersebar luas dan diketahui publik seharusnya tidak ada lagi aksi kecurangan yang merugikan banyak pihak.