Keindahan-keindahan Jogja pada musim hujan

Musim hujan mengunjungi Jogja dari Oktober hingga Maret, hampir setiap hari turun hujan. Langit biasanya cerah di pagi hari, sedangkan sore hari terasa lebih teduh ketika awan hujan mulai menutupi langit. Hujan biasanya sore dan malam hari. Ada banyak alasan untuk mengunjungi Jogja selama musim hujan. Pasangan bulan madu tahu bahwa hujan akan menambah romantisme di kota. Wisatawan menyukai tempat wisata yang tidak akan sepadat biasanya. Beberapa pantai bahkan terasa seperti properti pribadi. Para fotografer menanti saat-saat langka untuk mengabadikan foto-foto yang mempesona. Bagi sebagian orang, musim ini adalah waktu terbaik untuk mengunjungi Jogja.

1. Candi Prambanan

Berlibur ke Candi Prambanan atau Candi Borobudur di siang hari di musim kemarau akan memberi Anda panas luar biasa. Matahari menyala, dan satu-satunya tempat berlindung yang bisa Anda temukan adalah di bawah payung Anda. Sebenarnya, Anda akan menikmati perjalanan yang lebih nyaman jika Anda datang selama musim hujan. Pagi masih tidak terlalu panas, dan sore hari terasa lebih sejuk karena awan hujan melindungi Anda. Kelebihan lainnya adalah jumlah pengunjung lebih sedikit dari biasanya.

2. Pemandangan Lapangan Padi

Musim hujan adalah kesempatan terbaik untuk memandangi lukisan-lukisan India. Di awal musim hujan, Anda bisa menyaksikan petani membajak sawah dan menanam padi. Saat padi tumbuh, lebih banyak tanaman hijau akan muncul. Salah satu tempat terbaik untuk melihat tontonan tersebut adalah Jl. Wates, jalan raya yang mengarah ke Kulon Progo.

3. Kopi Menoreh

Menikmati kopi tradisional di Bukit Menoreh saat hujan menjanjikan suasana pedesaan yang tak terlupakan. Perpaduan antara aroma mocca dan petrichor hampir tidak pernah gagal menenggelamkan Anda dalam pikiran acak Anda sendiri.

4. Salak Pondoh

Musim hujan adalah waktu panen salak pondoh yang hebat. Salak pondoh adalah salah satu ikon pariwisata Jogja yang sebagian besar tumbuh di lereng Gunung Merapi. Beberapa ciri khasnya adalah dagingnya yang manis, renyah, dan kering ketika masih muda. Selama musim panen, kita dapat dengan mudah menemukan buah lezat ini di warung buah di jalan.

5. Air Terjun Lepo

Tidak ada yang pernah berpikir bahwa ada air terjun yang terlihat seperti Air Terjun Erawan yang terletak jauh di sudut terpencil Bantul, Yogyakarta. Lepo memiliki 4 kolam berbeda yang dihubungkan oleh 3 air terjun yang mengalir. Air mengalir deras saat hujan deras, membuat Air Terjun Lepo terlihat lebih memikat.

6. Gunung Kidul

Indrayanti, Pok Tunggal, dan Nglambor adalah beberapa dari banyak pantai cantik di Gunungkidul, yang terletak 80 km dari pusat kota Jogja. Di perjalanan ke sana, Anda akan melewati hutan jati di kedua sisi jalan. Pohon-pohon ini akan layu selama musim kemarau, membuat pemandangan menjadi tandus. Namun, daunnya akan hidup kembali selama musim hujan. Pemandangan akan berbelok tajam 180 derajat, menunjukkan pepohonan hijau dan rindang.

7. Pantai Jogan

Beberapa pantai di Gunungkidul, Yogyakarta, memiliki pemandangan air terjun yang langsung menuangkan air ke laut. Di antara itu, yang paling terkenal adalah Pantai Jogan dan Pantai Pengilon. Waktu terbaik untuk pergi ke sana adalah selama musim hujan karena air sangat langka selama musim kemarau. Tertarik dengan wisata-wisata menarik yang ada diJogja? Jika anda tidak ingin repot memesan kendaraan dan budget mahal. Saya sarankan untuk merental mobil di https://www.onejogja.com/ sumber : https://jogjarentalmobil.net/paket-wisata/