Prinsip 4P dalam Marketing yang Harus kita Ketahui

Dalam menjalankan bisnis maupun suatu perusahaan, peran divisi pemasaran atau marketing sangat penting.

Marketing adalah pekerjaan yang bisa dibilang sebagai ujung tombak keberlangsungan bisnis.
Mengapa demikian? Karyawan marketing lah yang memiliki  tanggungjawab untuk mencari klien atau menjual produk.

Jika kinerjanya tidak baik, perusahaan yang akan mendapat imbasnya.
Marketing atau pemasaran merupakan kegiatan yang dilakukan sebuah perusahaan untuk mempromosikan barang atau jasa yang mereka jual.

Marketing Gallery PIK 2 mencakup banyak hal, termasuk periklanan, penjualan, dan ekspedisi produk untuk konsumen. Tentu, afiliasi antar perusahaan dan konsumen sangat mempermudah proses kerjanya

Mengapa Marketing Sangat Penting bagi Perusahaan?

Seperti dijelaskan pada paragraf pembuka, marketing memiliki peranan yang penting dalam suatu perusahaan.

Selain mengawal keberlangsungan bisnis perusahaan, marketing memiliki manfaat vital lainnya. Misalnya, membuat image baik perusahaan untuk customer.
Jika keyakinan terbangun, bukan tidak mungkin mereka akan setia pada produk atau jasa yang ditawarkan.

Marketing Sedayu Indo Group juga adalah divisi yang memiliki banyak strategi untuk memajukan perusahaan, mendulang keuntungan, dan mendatangkan banyak rekanan dan konsumen.
Dengan demikian, tanggungjawabnya bisa disebutkan salah satu yang terberat dari semua divisi yang ada di suatu korporasi.

Aspek Penting dalam Marketing

Berbicara mengenai pemasaran, pelaku marketing harus mengetahui prinsip 4P yang digagas Neil Borden pada 1950-an, yakni product, price, place, dan promotion.

Ke-empat unsur tersebut harus terpenuhi supaya dapat secara maksimal dalam menjalankan tugasnya, seperti menjual produk atau layanan perusahaan yang lain.

Produk (Product)

Istilah produk mengacu pada barang yang ditawarkan untuk konsumen. Sebuah produk yang baik adalah produk yang tidak banyak dijumpai di masyarakat, sehingga tingkat penjualannya akan semakin tinggi.

Meski begitu, sebuah produk harus mengisi unsur permintaan yang diperlukan pasar. Bisa juga, mengisi keinginan konsumen untuk jumlah yang lebih banyak dari produk yang telah beredar.

Sebelum menyiapkan pekerjaan promosi, pelaku marketing harus mengetahui dengan baik produk apa yang sedang dijual, apa yang menjadi keunggulan dari pesaing, serta apakah produk itu juga dapat dipasangkan dengan produk sekunder, dan apakah ada produk pengganti di pasar.

Harga (Price)

Definisi harga mengacu pada besaran nominal nilai dari produk yang akan dijual. Saat menilai harga barang, perusahaan harus mempertimbangkan harga satuan, biaya pemasaran, dan biaya distribusi.

Perusahaan juga harus mempertimbangkan harga produk yang berlomba di pasar, apakah harga yang diusulkan cukup bisa dijangkau oleh konsumen.

Tempat (Place)

Dalam dunia pemasaran, istilah tempat atau place mengacu pada penyaluran sebuah produk. Pertimbangan utama dalam proses distribusi adalah termasuk apakah perusahaan akan memasarkan produknya melalui toko fisik, online, atau melalui keduanya.

Saat dipasarkan di toko fisik, teknik penempatan produk paling menunjang dalam keberhasilannya. Begitu juga saat dipasarkan secara daring, jenis penempatan produk digital ditentukan dengan desain dan value yang diangkat.

Promosi (Promotion)

Huruf P terakhir dalam prinsip 4P adalah promosi, yang mengacu pada pekerjaan komunikasi. Dalam hal ini, termasuk periklanan, public relations, direct marketing, dukungan sponsor, dan guerrilla marketing (pemasaran gerilya).

Cara promosi yang variatif sangat bergantung pada siklus perputaran produk. Pelaku marketing harus mengetahui bahwa konsumen akan menghubungkan harga dan penyaluran suatu produk dengan kualitasnya.

Memaksimalkan Kegiatan Marketing

Sebagaimana peran pentingnya dalam suatu perusahaan, pelaku marketing perlu mengetahui begitu banyak dinamika yang terjadi di dekat untuk menyesuaikan gaya pemasarannya.
Saat ini, trend yang sedang dilakukan banyak pelaku marketing adalah pemasaran dengan teknik daring. Artinya, marketing lebih menitikberatkan pada kegiatan Online di dunia maya.

Dengan bertumbuhnya pasar Online, tidak ada salahnya mengikuti cara baru untuk memaksimalkan promosi pemasaran melalui daring. Mengapa ini lebih efektif?
Dengan memakai promosi daring, kita lebih memiliki banyak waktu untuk menjaring banyak calon pelanggan.

Ini tentu bertolak belakang dengan gaya lama pemasaran yang door to door atau face to face yang mana membutuhkan banyak waktu hanya untuk menjual produk atau jasa untuk satu orang atau kelompok.