Harus dipahami, pada pembayaran transaksi bisnis secara digital atau digital payment, ada 3 tipe kartu plastik yang bisa gantikan peranan uang kontan, yakni kartu credit, kartu debet, dan kartu ATM. Biasanya, warga sekarang ini mempunyai salah satunya dari ke-3 kartu itu, dua salah satunya, atau justru mempunyai ke-3 nya sekalian. Banyak warga yang bertanya mengenai ketidaksamaan kartu debet dan credit untuk berbisnis.

7 Ketidaksamaan Kartu Debet dan Credit Secara Umum

Sebagai info, kartu debet sebagai salah satunya tipe kartu pembayaran berbasiskan electronic yang diedarkan oleh faksi bank. Kartu ini berperan sebagai alternatif langkah pembayaran tunai. Jumlahnya uang yang bisa dibelanjakan juga sesuai saldo di tabungan. Disamping itu, kartu debet bisa juga dipakai untuk penarikan uang kontan secara instant di mesin ATM. Dan, kartu credit ialah sebuah alat pembayaran yang mempunyai peranan sebagai alternatif uang kontan, yang mana alat itu bisa dipakai oleh customer untuk ditukar dengan beragam barang dan jasa yang dibelinya di beberapa tempat yang dapat terima pembayaran dengan memakai kartu credit (merchant).

Ini sesuai pemahaman kartu credit yang tercatat dalam Pasal 1 Angka 4 Ketentuan Bank Indonesia Nomor 7/52/PBI/2005 seperti selanjutnya diganti dengan Ketentuan Bank Indonesia Nomor 10/8/PBI/2008 Mengenai Penyelenggaraan Aktivitas Alat Pembayaran Dengan Memakai Kartu, jika:

“Kartu Credit ialah alat pembayaran dengan memakai kartu yang bisa dipakai untuk membayar atas kewajiban yang muncul dari satu aktivitas ekonomi, terhitung transaksi bisnis pembelanjaan atau untuk lakukan penarikan tunai, di mana kewajiban pembayaran pemegang kartu disanggupi lebih dulu oleh acquirer atau penerbit, dan pemegang kartu berkewajiban lakukan pembayaran pelunasan pembayaran kewajiban pembayaran itu pada saat yang disetujui, baik secara sekalian (charge card) atau secara cicilan.”

Sekarang ini, pemakai kartu debet atau kartu credit kelihatannya mulai tumbuh subur. Ke-2 kartu ini kelihatan hampir serupa, tetapi rupanya ada ketidaksamaan yang cukup berarti. Sebagai pemakai, kamu perlu pahami ketidaksamaan antara ke-2 nya, supaya tidak kebingungan saat ingin memakai.

Tidaklah aneh, saat dua kartu ini ada dalam dompet, secara fisik susah mendapati bedanya. Bukannya, ingin memakai kartu debet, malah kartu credit yang dipakai. Lantas apa ketidaksamaan dari ke-2 kartu ini? Berikut Qoala akan terangkan dengan detil.

1. Ketidaksamaan Kartu Debet dan Credit Secara Fisik Kartunya

Sumber Photo: Maryna PleshkunVia ShutterstockPerbedaan pertama disaksikan dari wujud fisik kartu debet dan credit. Ada banyak ciri-ciri secara visual yang umumnya langsung akan dikenal beberapa pemakai ke-2 kartu itu.

Kartu Debet

Walau tidak kebanyakan bedanya, tetapi dari beberapa ciri berikut, minimal kamu dapat mendapati ketidaksamaan kartu debet dan credit secara fisik. Berikut beberapa ciri dari kartu debet:

– Terlihat Depan Kartu

– Mempunyai Nama Bank atau Lembaga Penerbit Kartu (Issuer)
– Mempunyai Chip (EMV/NSICCS), yang dapat dipakai dengan dip. Arah dari ada chip ini dipakai sebagai alternatif magnetic stripe (swipe), saat kamu lakukan transaksi bisnis Pos/EDC/ATM, sampai transaksi bisnis Card Present/Instore Payment Terminals
– Mempunyai hologram, ini bisa juga dijadikan ciri-ciri orisinalitas kartu. Misalkan seperti kartu Visa, mempunyai Hologram Burung Merpati, dan kartu Mastercard mempunyai Hologram Globe.
– Mempunyai 16 digit PAN atau Payment Akun Number (atau juga bisa antara 13-19 digit). Dijumpai, pada 1 digit pertama memperlihatkan major merek atau prinsipal khusus (Visa: 4xxxxx, Mastercard: 5xxxxxx, American Kilat 3xxxxx dan sebagainya). Selainnya memperlihatkan network, nomor kartu bank atau lembaga penerbit kartu, negara asal (BIN/IIN), tipe atau tingkat kartu.
– Selainnya hologram, ada simbol network (Visa/Mastercard/American Kilat dan lain-lain).
– Ada tanggal kedaluwarsa
– Pertanda chip untuk kontakless payment (bila disokong/ada feature kontakless i.e. Visa Paywave atau Mastercard PayPass/Kontakless).

– Terlihat Belakang Kartu

– Ada pita magnetik (berada di kartu chip dan non chip)
– Ada panel tanda-tangan pemegang kartu
– Ada code keamanan kartu (Card Security Kode/CSC 3 angka) khusus untuk klarifikasi tanpa kartu (CNP/Internet/MOTO), bila untuk Visa istilahnya ialah CVV.
Kartu Credit

Sama seperti yang sudah diterangkan awalnya, ketidaksamaan kartu debet dan credit, memang tidak sangat jauh. Biasanya, kartu debet dan kartu credit mempunyai beberapa bagian yang serupa, walau tidak semua. Berikut beberapa ciri fisik dari kartu credit:

– Memiliki design dan warna cover (terlihat depan kartu) yang lebih menawan. Khususnya untuk kartu berlevel tinggi seperti gold atau platinum. Tetapi kartu debet kelihatan biasa-biasa saja, walau itu berlevel tinggi (walau tidak seluruhnya).
– Mempunyai penampilan huruf bikin muncul (embossed), untuk nama pemegang kartu dan tanggal kedaluwarsa. Dan kartu debet, cuman sebagai cetakan biasa (walau tidak semua)
– Kartu credit biasanya ada nama pemegang kartu pada bagian depan. Dalam kartu debet yang instant, kemungkinan tidak selamanya diciptakan. Bila ingin, kemungkinan nasabah wajib melakukan keinginan pada pihak bank lebih dulu.
– Ada chip pada kartu credit. Tapi, terutamanya di Indonesia, sekarang ini rerata telah terlebih dulu memiliki tehnologi chip (EMV) dibanding kartu debet. Tetapi, sama sesuai sasaran BI rerata bank di Indonesia, juga mulai lakukan migrasi setahap dari pita magnetic ke chip (NSICCS), pada kartu debet.
– Mempunyai simbol atau prinsipal, terhitung tipe atau tingkat kartu seperti Visa/Mastercard. Misalnya, pada bank BCA, di mana dia mempunyai ketidaksamaan secara prinsipal untuk kartu credit dan debitnya. Diantaranya, kartu debet BCA cuman memakai jaringan debet lokal, seperti Debet BCA atau internasional seperti Pakar. Disamping itu, dia tidak memakai jaringan atau simbol pemrosesan kartu credit seperti Visa/Mastercard, seperti kartu debet bank yang lain.

2. Berbeda Limit Pemakaian

Untuk ketidaksamaan dari sisi limit pemakaian, pada kartu credit ada limit pemakaian yang berjalan, tapi ini tidak berlaku pada kartu debet. Limit ialah batasan optimal yang dibolehkan untuk lakukan transaksi bisnis.

Khusus kartu credit, limit pembayaran berlaku bulanan. Nominalnya juga berbeda, bergantung tipe kartu dan peraturan bank yang memberi kartu credit itu. Bentang nominalnya di antara Rp3.000.000 sampai beberapa puluh bahkan juga beberapa ratus juta rupiah.

Sementara, untuk kartu debet tidak ada limit pemakaian yang berjalan. Sepanjang saldo dalam tabungan masih ada, pemakai terus lakukan transaksi bisnis pembayaran. Saldo tabungan bisa juga berisi setoran tunai atau sistem transfer. Ibaratnya, dana yang berada di kartu debet ialah uang kamu sendiri . Maka, dana untuk lakukan transaksi bisnis terbatas, yaitu sesuai nominal yang berada di kartu itu.

3. Ketidaksamaan Kartu Debet dan Credit Berdasar Ongkos Transaksi bisnis

Ketidaksamaan kartu credit dan debet seterusnya yaitu dari sisi ongkos transaksi bisnis yang perlu dibayarkan oleh pemakainya. Saat memakai kartu debet, ongkos transaksi bisnis dapat disebut benar-benar murah. Misalnya, bila lakukan transfer uang ke bank lain lewat ATM, ongkos yang penting dibayarkan setiap transaksi bisnis cuman Rp6.500 saja. Disamping itu, ada pula beberapa ongkos yang penting dibayar, seperti ongkos administrasi saldo rerata bulanan, ongkos penarikan di ATM berlainan, ongkos pergantian kartu hancur atau lenyap, dan ongkos penutupan rekening.

Berbeda hal dengan kartu credit, ada beberapa ongkos yang penting dibayarkan oleh pemakai, diantaranya ongkos administrasi tahunan, ongkos materai, ongkos ketertinggalan, ongkos bunga, ongkos kelebihan penggunaan (over limit), ongkos ambil tunai, ongkos alterasi mata uang asing, ongkos salinan dan bikin bill bulanan, ongkos pergantian kartu lenyap atau hancur, ongkos penangguhan angsuran, ongkos pengembalian check atau giro, ongkos bill auto-payment, ongkos ganti penghargaan points, ongkos pemberitahuan dan ongkos administrasi yang lain seperti penutupan kartu credit.

Berkaitan transaksi bisnis dibayarkan dengan angsuran, ada bunga yang penting dibayarkan. Besar bunganya juga berbeda sesuai peraturan bank berkaitan. Disamping itu, untuk tarik uang dari kartu credit lewat ATM, ongkos yang dikenai juga lumayan besar. Adapun besaran bunga ambil tunai pada kartu credit di antara 2-2,25 %.

Sementara nilai optimal ambil tunai kartu credit sekitaran 70 % dari limit ambil tunai yang disepakati. Arah ada limitasi ambil tunai ini untuk kurangi penarikan dengan jumlah besar oleh nasabah.

Hal ini punya pengaruh pada pemakaian kartu credit yang hendak mempengaruhi score credit langsung. Masalahnya saldo hutang yang tinggi dan pembayaran yang kerap telat akan memunculkan “rapor merah” untuk sejarah perkreditan.

Karena rapor merah ini, umumnya nasabah akan masuk daftar hitam SLIK OJK. Efeknya, saat ajukan credit kembali, nama nasabah akan ditampik di mana saja.

4. Ketidaksamaan Proses Transaksi bisnis Kartu Debet dan Credit

Sumber Photo: LDprod Lewat ShutterstockDalam proses transaksi bisnis kartu credit tentu saja berlainan dengan transaksi bisnis memakai kartu debet. Ketika akan memakai kartu credit untuk bayar suatu hal, karena itu pemakai wajib melakukan klarifikasi dengan membubuhkan tanda-tangan. Dalam pengertian, pada penggunaan fisik, kartu credit harus dipakai oleh pemilik kartu tersebut, jangan dipakai oleh orang atau faksi lain.

Dan, kartu debet dapat dipindahkantangankan. kamu dapat minta seseorang untuk ambil uang di ATM atau bayar transaksi bisnis asal mereka sudah mengetahui PIN kartu debet itu. Dari sisi prosesnya, transaksi bisnis dengan kartu debet dipandang lebih gampang dan ringkas.

5. Ketidaksamaan Kartu Debet dan Credit Berdasar Jalan keluar Pembayaran

Beberapa orang berasumsi jika mereka memakai kartu credit karena tawarkan jalan keluar pembayaran yang cukup efektif. Masalahnya pemakai bisa lakukan transaksi bisnis walau tidak mempunyai uang di tabungannya. Uang yang dipakai itu sebagai hutang yang dapat dibayarkan sekalian atau dengan sistem angsuran. Untuk beberapa orang, pilihan ini dipandang benar-benar menolong, khususnya di saat keadaan yang menekan.

Berbeda hal saat memakai kartu debet harus dibarengi karena ada saldo dalam tabungan. Transaksi bisnis baru dipandang sukses dilaksanakan saat nominalnya di bawah saldo yang disimpan. Ketidaksamaan kartu credit dan debet dari sisi ini penting untuk jadi perhatian. Beberapa orang yang terjerat dengan hutang yang menimbun karena tidak jeli hitung pengeluaran lewat kartu cicilannya.

6. Ketidaksamaan Promosi Kartu Debet dan Credit

Dari sisi promosi ke-2 kartu ini mempunyai ketidaksamaan yang cukup berarti. Bank yang keluarkan kartu credit umumnya tawarkan beberapa promosi yang bagus sekali. Diawali dari promosi point yang dapat diganti dengan bermacam hadiah sampai cashback yang dapat didapat hasil dari transaksi bisnis. Disamping itu, ada pula beragam jenis promosi berbentuk potongan harga saat belanja.

Dan pada kartu debet ada penawaran masalah promosi, tapi tidak sekitar penawaran dari kartu credit. Berikut salah satunya argumen beberapa orang cenderung pilih untuk memakai kartu credit saat lakukan transaksi bisnis. Mereka yang pintar mengurus ini akan nikmati keuntungan yang cukup dari promosi yang ada.

7. Ketidaksamaan Kartu Debet dan Credit Berdasar Kewajiban Nasabah

Ketidaksamaan yang paling akhir dari kewajiban nasabanya, yakni bila ingin mempunyai kartu debet, pemakai perlu daftarkan diri jadi nasabah di bank yang keluarkan kartu itu. Selanjutnya, pemakai akan memperoleh nomor rekening tabungan yang perlu diisi agar memakai kartu debet. Dibanding dengan kartu credit, pengajuan kartu debet lebih gampang. Masalahnya kamu cukup hanya tiba ke bank atau pengajuan online, dan isi formulir dan menyertakan jati diri.

Tapi kebalikannya, untuk mempunyai kartu credit, kamu tidak perlu jadi nasabah di bank itu. Tapi, permintaan untuk mempunyai kartu credit umumnya semakin lebih gampang diwujudkan bila pemakai sudah mempunyai tabungan atau jadi nasabah pada bank itu. Sebagai info, satu bank umumnya dapat mengeluarkan beberapa macam kartu debet dengan persyaratan yang pasti berbeda.

Sekarang ini, kamu tidak perlu kebingungan ketidaksamaan antara kartu debet atau credit. Dan tidak perlu sampai salah memakainya. Dari beberapa faedah yang sudah dibahas, kamu pasti memahami yang mana lebih bagus dan sesuai keperluanmu sekarang ini, kan?

Walau banyak memiliki faedah, kenyataannya kartu debet dan credit mempunyai kekurangan. Kekurangan ini perlu untuk dipahami pemakainnya supaya bisa menahan, atau minimal meminimalkan rugi masa datang.

Untuk kartu credit, kekurangannya diantaranya ada bunga dari tiap transaksi bisnis, hingga makin besar transaksi bisnis, karena itu makin besar bunga yang dikenai. Seterusnya, Ada batasan waktu pembayaran bill kartu credit, karena bila terlambat, karena itu ada bunga yang harus dibayarkan semakin. Paling akhir, saat memerlukan uang kontan dan harus tarik uang di mesin ATM dengan kartu credit, maka dikenai bunga yang semakin tinggi dari bunga kartu credit pemakainya.

Bila ingin menahan beberapa hal yang tidak diharapkan, sebaiknya kamu perlu memproteksi hutang kartu credit yang kamu punyai supaya tidak memberatkan keluarga, jika rupanya kamu nanti tidak sanggup melunasinya karena suatu hal. Sebagai info, tiap bank penerbit kartu credit memiliki ketetapan jumlah besaran prosentase premi yang perlu dibayar oleh pemegang kartu atau nasabah yang mengasuransikan kartunya. Dan setiap bank penerbit kartu credit mempunyai ketetapan besaran premi asuransi yang berbeda. Biaya premi asuransi kartu credit sekitaran 0,3% – 0,9% dari jumlahnya bill /bulan. Untuk pahami selanjutnya berkaitan asuransi kartu credit kamu dapat berkunjung Website Qoala atau mengaksesnya di Qoala App.

Sementara, kekurangan yang dipunyai oleh kartu debet diantaranya, promosinya sedikit atau penawaran dari bank penerbit kartu debet atau merchant yang bekerja bersama dengan bank. Sementara kartu credit lumayan banyak atau bahkan juga banjir promosi dan penawaran. Disamping itu, ada peluang penyimpangan oleh faksi lain.

Dan yang paling akhir pemakai tidak dapat belanja atau lakukan transaksi bisnis melewati saldo di rekeningnya. Hingga, berasa tidak berguna saat memerlukan dana yang lumayan besar melebih saldo dalam sekejap, seperti saat harus bayar bill rumah sakit dalam nominal besar. Maka dari itu, memerlukan uang cadangan yang telah dipersiapkan dari jauh hari. Dalam masalah ini, kamu dapat memakai asuransi kesehatan agar bisa memberi agunan atas ongkos rumah sakit yang lumayan besar. Jika masih bimbang, asuransi kesehatan yang mana memberi faedah dan besaran premi yang sama sesuai, kamu dapat menyaksikannya di Qoala App atau membacanya selanjutnya di Website Qoala.

 

kunjungi juga website tentang marketing