Kenali Beberapa Modus Penipuan Paling Umum Berikut Agar Tidak Tertipu!

Waspada Penipuan

Kasus penipuan memang seakan tak pernah berhenti dari zaman dahulu hingga sekarang. Beragam cara yang dilakukan oleh para penipu dalam melakukan modusnya juga beragam, bahkan di era teknologi seperti saat ini, mereka juga memanfaatkan untuk memperlancar aksinya. 

Meskipun cara penipuannya sudah terbilang umum dan banyak calon korban yang mengungkapkannya melalui beragam media, namun nyatanya masih ada saja yang terperangkap dalam jebakan si penipu. Beberapa orang yang sudah terlanjur tertipu akhirnya kebingungan dengan sejumlah uang yang sudah terlanjur ditransfer dan mencoba beragam cara melacak no hp, namun tidak berbuah manis.

Oleh karena itu, agar kamu tidak menjadi korban selanjutnya, kamu dapat menyimak beberapa modus yang dilancarkan oleh penipu yang umumnya terjadi.

1. Modus Memberikan Hadiah

Cara penipuan yang pertama adalah dengan iming-iming pemberian hadiah. Cara ini terbilang cara yang sudah dilakukan sangat lama, bahkan sebelum era smartphone seperti sekarang. Penipu umumnya akan mengirimkan SMS atau bahkan menelepon ke nomor kamu dengan memberikan informasi bahwa kamu mendapatkan hadiah, entah itu berasal dari operator, bank yang digunakan, atau lainnya.

Jika kamu mendapatkan informasi tersebut melalui SMS, umumnya kamu akan diminta membuka website tertentu dan di dalamnya terkandung panduan yang berakhir menghubungi nomor si penipu. Jika kamu menghubungi nomor tersebut, maka penipu akan memandu kamu dengan cara yang membingungkan dan akan berakhir dengan mentransfer sejumlah uang.

Oleh karena itu, kamu harus berhati-hati jika menerima telepon atau SMS dengan modus seperti ini. Jangan terbius oleh hadiah yang ditawarkan. Umumnya korban yang terjebak adalah ia yang terlanjur bergembira dan mengikuti apa yang diperintahkan oleh si penipu.

2. Mama Minta Pulsa

Mungkin kamu juga sudah pernah mendengar jenis modus penipuan yang satu ini. Seperti sebelumnya, kamu akan dihubungi oleh si pelaku. Namun, yang berbeda adalah pelaku akan memanfaatkan rasa panik kamu dengan mengatakan bahwa Ibu, Saudara, atau teman kamu sedang dalam kondisi tertentu atau sedang berada di kantor polisi.

Jika korban percaya dan panik, maka penipu akan meminta sejumlah uang atau pun pulsa ke nomor milik penipu. Setelah modus yang dilakukannya berhasil, maka kamu tidak akan dapat menghubungi nomor tersebut. 

3. Penipuan Belanja Online

Sering berbelanja online atau baru ingin berbelanja online untuk pertama kalinya? Maka hati-hati terhadap modus penipuan yang satu ini. Umumnya penipu akan memposting sebuah produk dengan harga yang murah, biasanya dibawah harga pasaran saat itu. Korban yang tergiur dengan harga tersebut akan mentransfer sejumlah uang sesuai dengan harga yang disepakati.

Eits, tidak berhenti disitu. Penipu akan beralasan barang tidak dapat dikirim karena tertahan di pihak BEA Cukai atau sejenisnya dan mengharuskan kamu mentransfer sejumlah uang tambahan. Jika kamu transfer, penipu akan terus melakukan alasan lain hingga kamu akhirnya tersadar bahwa kamu sedang ditipu. JIka sudah seperti ini bagaimana? Sejauh ini hampir tidak ada uang korban yang dapat kembali dengan utuh.

Oleh karena itu, agar terhindar dari penipuan yang umum terjadi, kuncinya adalah dengan lebih berhati-hati, mengontrol emosi kamu saat melihat atau mendengar sesuatu dan jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan. Jika memang diminta mentransfer sejumlah uang, ada baiknya kamu untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap nomer rekening yang diberikan. Biasanya sudah banyak orang yang menyebarkan nomor rekening pelaku.