Proses Produksi Sabut Kelapa Yang Bisa Kalian Praktikkan

Proses produksi sabut kelapa cukup sederhana seperti olahan lainnya. Asalkan kami memiliki alat dan bahan yang memadai. Sabut Kelapa saat ini berkembang menjadi kerajinan atau bisnis. Usaha ini dimulai dari usaha sabut kelapa, usaha pot dari sabut kelapa, ada juga jual cocomesh sabut kelapa dan lain-lain.

Cocofiber / Sabut Kelapa

Cocofiber merupakan bahan dasar kerajinan kelapa, sedangkan cocopeat digunakan untuk media tanam dan pupuk. Salah satu langkah mudah dalam menggunakan produk tersebut adalah dengan menjual cocofiber terutama di luar Jawa yang berpotensi besar untuk ekspor kelapa / cocofiber kelapa.

Proses Produksi Sabut Kelapa

Proses Produksi Sabut Kelapa

1. Penguraian

Bahan bakunya adalah batok kelapa yang sudah dikupas kemudian dibongkar dalam decomposer. Kelapa terurai menjadi serabut kelapa dan gambut kelapa.

2. Pengeringan

Sabut kelapa yang dihasilkan di stasiun pencernaan dibawa ke tempat penjemuran. Sabut kelapa tersebut dikeringkan dengan panas matahari. Proses pengeringan memakan waktu sekitar 2-3 jam sehari. Proses ini bertujuan untuk mengurangi kadar air guna mengawetkan sabut kelapa keringkan agar sisa gambut kelapa mudah lepas dari sabut kelapa.

3. Penjemuran

Sabut kelapa dibawa keluar dari stasiun penjemuran berisi gambut kelapa. Proses ini bertujuan untuk memisahkan gambut kelapa dari serabut kelapa sehingga diperoleh serat kelapa yang murni. Proses penyaringan menggunakan layar yang digerakkan oleh motor dinamo. Alat pengayak tersebut mampu mengayak 200 kg sabut kelapa dalam satu jam.

4. Pengepresan

Sabut kelapa yang sudah diayak dibawa ke stasiun untuk menekan. Sabut kelapa ditempatkan di mesin press hingga sabut kelapa menyentuh setrika press. Kemudian pintu pers ditutup dan mesin dihidupkan. Pers menggunakan tenaga hidrolik. Proses pengepresan dilakukan hingga sabut kelapa menjadi padat.

5. Packaging / pengemasan (packaging)

Alat press tersebut kemudian dikemas secara manual menggunakan tali untuk mendapatkan bal sabut kelapa. Prosedur ini dilakukan untuk mendapatkan sabut kelapa berupa bal dengan ukuran 42 × 52 × 80 cm dan berat 70 kg.

6. Studi Kelayakan Finansial

Alat ukur yang digunakan untuk analisis keuangan adalah BEP (Break Even Point), R / C (Revenue-Cost-Ratio), PBP (Payback Period) dan ROI (Return on Investment).

Fungsi Sabut Kelapa

1. Sebagai Media Tanam

Jelas batok kelapa bisa digunakan sebagai media tanam. Yakni dengan mengeluarkan kelapa dari batok kelapa dan langsung sebagai bahan tanaman.

2. Cocopeat

Kelapa bisa dibuat menjadi sabut  kelapa. Cocopeat adalah Sabut kelapa yang dipercaya lebih lembut. Serat pada kelapa terurai dan berubah menjadi ukuran yang sangat lembut. Ukuran cocopeat lebih kecil dibandingkan dengan coco fibre, hal ini mmebuat cocopeat menjadi lebih fleksibel untuk mengisi pot atau media dari media tanam.

Agar media tanam lebih padat maka kemampuan menahan air lebih baik, namun porositasnya tetap baik. Sehingga udara dapat menembus media dan menyebarkannya.

3. Mengandung Unsur Kalium

Kelapa diketahui mengandung unsur kalium yang cukup tinggi. Kandungan kalium dalam kelapa cukup tinggi. Kalium ini terutama terdapat pada bagian serat pada tempurung kelapa.

Dalam bentuk serat, jumlah kaliumnya sekitar 10,25%. Dalam bentuk abu serabut kelapa, nilai kaliumnya antara 20 dan 30% lebih tinggi. Itu kalium yang banyak. Hampir identik dengan pupuk, kandungan K merupakan pupuk ganda dan lebih tinggi dari pada pupuk NPK. Abu kelapa tidak hanya mengandung kalium, tapi juga fosfor. Namun jumlahnya jauh lebih sedikit, hanya sekitar 2%.

4. Sebagai Pupuk Organik

Manfaat kelapa untuk tanaman adalah dapat digunakan sebagai pupuk organik. Apalagi sebagai sumber kalium organik. Ini karena kelapa mengandung cukup banyak kalium. Seperti pada point diatas. Ini dikenal sebagai sumber kalium organik karena kalium adalah yang tertinggi di antara elemen lainnya.

Pupuk organik berbahan dasar kelapa dapat berupa abu batok kelapa atau pupuk organik cair. Berupa abu, batok kelapa harus dibakar terlebih dahulu. Lebih mudah dan cepat dalam prosesnya. Kemudian abu tersebut dicampurkan ke dalam media tanam sesuai jumlah yang direncanakan.

Nah itulah pembahasna mengenai proses produksi sabut kelapa yang bisa kalian jadikan acuan untuk membuat sebuah bisnis atau hanya  berbagai olahan dari sabut kelapa. Semoga bermanfaat.