Fakta-fakta Film Kajeng Kliwon yang Mengangkat Kebudayaan Bali

Mengangkat kebudayaan Bali yang dianggap mistis, Kajeng Kliwon akan meceritakan kisah tentang upacara adat bernama Kajeng Kliwon yang kerap kali dilakukan di Bali. Hampir mirip dengan ritual di Jawa, yaitu Malam Jumat Kliwon, kisah dari adat Bali ini pun sama-sama mistis dan menyeramkan.

Diperankan oleh Amanda Manopo sebagai Agni dan Christ Lauren sebagai Niko, keduanya adalah pasangan kekasih yang tengah mempersiapkan pernikahan. Agni yang berasal dari Bali asli merupakan seorang dokter yang berpacaran dengan Niko sang fotografer asal Jakarta. Keduanya sempat diganggu oleh Wijaya yang merupakan lelaki asal Bali dan meminta Agni untuk menjalin hubungan dengan orang Bali asli.

Namun, di sisi lain keduanya pun dikejutkan oleh fakta bahwa Agni merupakan keturunan pangleak. Sontak hal ini membuat keduanya dirundung rasa takut dan gelisah. Apalagi, ketika acara adat Kajeng Kliwon dilaksanakan pun, keduanya diusik oleh keberadaan Rangda sang makhluk mistis.

Akankah keduanya bertahan dengan tetap melangsungkan pernikahan, ataukah keduanya memutuskan untuk mengakhiri kisah cinta bersama?

Segera tayang di bioksop pada 14 Februari 2020, Kajeng Kliwon memiliki lima fakta-fakta menarik di dalam pembuatan film dan kisah yang diangkat. Seperti apa? Berikut ini lengkapnya:

1. Memperkenalkan kebudayaan Bali

Dilihat dari bahasan awal, bahwa film Kajeng Kliwon akan mengangkat adat atau ritual yang kerap kali dilakukan oleh masyarakat Bali. Bambang Drias sebagai sang sutradara, ingin sekali memperkenalkan sisi kebudayaan Bali yang dianggapnya menarik dan patut diketahui oleh seluruh masyarakat. Tak hanya itu, karena di Jawa sendiri terdapat kisah Malam Jumat Kliwon yang tak kalah menyeramkannya, Bambang pun ingin memperlihatkan bagaimana mistisnya kisah Kajeng Kliwon di Bali.

2. Menyoroti sisi keindahan kota Bali

Selain ingin memperkenalkan budaya Bali, film Kajeng Kliwon pun turut menyoroti sisi keindahan kota Bali yang masih tersembunyi. Dengan memperlihatkan sisi keindahan dari letak strategis Tabanan, Ubud dan Singaraja, film bergenre horor ini pun akan dibumbui oleh keindahan kota Bali yang akan membuat penonton berdecak kagum.

3. Sempat terjadi pergantian judul

Film yang digarap kurang lebihnya selama sebulan ini, sebelumnya memiliki judul yang berbeda dengan sekarang yang digunakan. Sebelumnya, film Kajeng Kliwon memiliki judul Rangda atau sesuai dengan sang makhluk mistis yang keluar di upacara adat Kajeng Kliwon. Namun, dikarenakan adanya protes dari sebuah universitas, membuat Bambang dan tim produksi lainnya sepakat mengganti judul. Dengan penggunaan judul Kajeng Kliwon pun akan lebih akrab ditelinga penonton, dan akan lebih masuk ke dalam unsur cerita.

4. Digarap oleh produser asal Malaysia

Kee Saik Meng adalah seorang produser asal negeri Jiran, yang pernah menjadi executive producer dalam film Gehenna. Ia merasa tertarik untuk menggarap dan mengangkat kisah kebudayaan Bali ini karena memang, semua kisah budaya dianggap sangat memikat hati. Oleh karena itu, lelaki yang telah menetap di Hollywood ini pun sepakat untuk menjadi produser Kajeng Kliwon.

5. Pemilihan pemain yang sangat teliti

Tak ingin melewatkan setiap detail penggarapan dan kisah dari Kajeng Kliwon, Bambang Drias selaku sutradara pun melakukan pemilihan pemain dengan sangat detail. Dengan memilih Amanda Manopo, Christ Lauren, Catherina Wilson, dan Indah Kalalo, dirinya merasa puas dengan hasil film yang sebentar lagi akan tayang ini.

Nah bagaimana? Sudah terasakah atmosfir kehororan film Kajeng Kliwon? Jangan lupa untuk segera datang ke bioksop pada 14 Februari 2020 mendatang ya!